5 Fakta Ostia Antica, Kota Pelabuhan Terkenal di Masa Romawi Kuno

Fakta Ostia Antica berita entertainment


Fakta Ostia Antica adalah sebuah situs arkeologi dan penamaan modern untuk menyebut sebuah kota pelabuhan bernama Ostia pada era Romawi Kuno di masa lalu. Letak situs tersebut tidak begitu jauh dari pusat kota Roma saat ini.
Kota pelabuhan Ostia memainkan peranan penting dalam sejarah Romawi Kuno yang membentang dalam waktu yang panjang sejak Roma berbentuk kerajaan hingga punjang kekaisarannya yang terkenal.
Sebagaimana dituliskan dalam buku sejarah kota Roma yang berjudul Rome Down Through The Centuries karya F.LLI Misretta Editori, Kota Ostia dibangun di muara Sungai Tiber untuk memastikan pengawasan Roma terhadap daerah pantai dan semua aktivitas pendukungnya. Ini juga sekaligus memberikan pelayanan terhadap aktivitas bongkar muat kapal dagang maupun menyediakan tempat untuk berlabuhnya kapal-kapal militer.
Selain fungsinya sebagai kota pelabuhan, Ostia juga memiliki banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi. Ingin tahu lebih lanjut tentang kota pelabuhan Ostia Antica? Berikut lima faktanya!

1. Kota pelabuhan terpenting di era Romawi Kuno

5 Fakta Ostia Antica, Kota Pelabuhan Terkenal di Masa Romawi Kuno

ilustrasi kota pelabuhan Ostia Antica di masa lalu karya Jean-Claude Golvin ( realmofhistory.com)
Ostia merupakan kota pelabuhan terpenting pada masa Romawi Kuno. Menurut informasi dari  buku Rome Down Through The Centuries, meskipun tanggal kelahiran kota pelabuhan ini tidak secara jelas terdokumentasikan dalam temuan-temuan penggalian arkeologi, tapi diyakini kota ini didirikan pada abad ke-7 Sebelum Masehi (SM) oleh raja keempat Romawi, Ancus Martius.

Dilansir Britannica, Ostia merupakan pelabuhan utama saat era Republik Romawi dalam perdagangan gandum dan komoditas lainnya serta menjadi pusat perdagangan komersial. Kota ini juga dijadikan tempat penyimpanan persediaan gandum pada era kekaisaran Romawi (setelah tahun 27 SM).
Selain itu, pada era kekaisaran Romawi Pelabuhan Ostia juga menyediakan galangan kapal untuk perbaikan. Kota tersebut juga dihuni oleh para nelayan, tukang, pengrajin, dan para pedagang.
Penggalian arkeologi yang dilakukan menemukan sebuah benteng dari pertengahan abad ke-4 SM untuk melindungi garis pantai. Ketika Romawi mengembangkan angkatan laut, Ostia menjadi pangkalan angkatan laut.
Selama Perang Punic (264-204SM) kota tersebut juga menjadi pangkalan utama armada wilayah pantai barat, Italia. Sebab faktor alami, Pelabuhan Ostia sempat mengalami pendangkalan hingga akhirnya diperbesar dan diperluas oleh Kaisar Trajan sehingga mampu meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah kekaisaran.


2. Salah satu situs arkeologi terbesar di dunia


Ostia Antica merupakan salah satu situs arkeologi terbesar di dunia, di samping situs kota Pompeii. Program ekskavasi atau penggalian arkeologi dilakukan baik untuk kota pelabuhan Ostia maupun Kota Pompeii sehingga apa yang ada ataupun terjadi di masa lalu dapat ditampilkan dan ditelusuri kembali berdasarkan catatan-catatan yang ada sebagai sumber pengetahuan di masa kini.
Sejumlah literatur menginformasikan, bahwa terdapat sejumlah penggalian untuk menampilkan kembali Ostia dimasa lampau. Ratusan ribu meter kubik tanah telah digali untuk mengungkap apa yang pernah ada di masa lalu.
Sekitar dua per tiga dari reruntuhan Ostia yang dapat dilihat saat ini merupakan hasil penggalian pada tahun 1938-1942 yang diinisiasi oleh Mussolini dan sempat terhambat karena meletusnya Perang Dunia II.
Setelah PD II, sejumlah penggalian masih terus dilakukan dan mengungkap abad-abad yang hilang dari sejarah Ostia. Dilansir smithsonianmag, berkeliling di sekitar reruntuhan situs Ostia Antica, pengunjung akan dapat melihat sisa-sisa dermaga, gudang, apartemen, rumah besar, pusat perbelanjaan, pusat pemandian, toilet umum, kuil pagan, amphitheater, dan apa pun yang berkaitan dengan gaya hidup masyarakat Romawi Kuno di masa lalu.

3. Tempat masuk sejumlah bagian bangunan kolosal dari luar wilayah kota Roma

5 Fakta Ostia Antica, Kota Pelabuhan Terkenal di Masa Romawi Kuno

pilar-pilar besar penyangga serambi depan Pantheon dikapalkan dari Mesir dan masuk Roma melalui Pelabuhan Ostia (unsplash.com/Gabriella C. Marino)
Romawi Kuno terkenal dengan sejumlah bangunan kolosal dengan arsitektur megahnya yang beberapa diantaranya masih bertahan dan dapat dilihat hingga hari ini. Beberapa bagian bangunan tersebut bahkan dikapalkan dari tempat yang jauh dari pusat kota Roma dan masuk melalui Pelabuhan Ostia. Salah satu yang terkenal adalah bekas kuil pagan Romawi megah bernama Pantheon yang saat ini telah diubah menjadi Gereja Katolik Roma.
Pantheon memiliki enam belas buah kolom pilar penyangga atap yang terbuat dari batu granit utuh dengan ukuran tinggi sekitar 11,9 meter, berdiameter 1,5 meter, dan berat masing-masing sekitar 60 ton.
Sejumlah literatur sejarah menuliskan pilar-pilar tersebut dikapalkan dari tempat pembuatannya di Mesir dan masuk ke Roma melalui Pelabuhan Ostia. Tentu, aktivitas transportasi dan proses bongkar muatnya merupakan tantangan tersendiri bagi pelabuhan di masa itu.
Kemudian ada sejumlah obelisk Mesir kuno yang  memiliki berat hingga ratusan ton dikapalkan oleh sejumlah kaisar Roma dari Mesir melintasi laut Mediterania. Setelahnya obelisk tadi didaratkan di Pelabuhan Ostia untuk kemudian dibawa ke kota Roma melalui jaringan jalan yang telah dibangun di Ostia.
Dilansir Britannicaobelisk adalah pilar monolitik meruncing yang dipahat dari batu granit merah dari tambang di kota Aswan, Mesir yang biasanya berdiri di depan pintu masuk sebuah kuil  pemujaan Mesir Kuno. Sejumlah bangunan masa lalu di kota Roma dihiasi oleh obelisk, baik yang berasal dari Mesir Kuno maupun buatan para pemahat batu Romawi. 

4. Memiliki situs yang berkaitan dengan Kekristenan perdana di Roma

5 Fakta Ostia Antica, Kota Pelabuhan Terkenal di Masa Romawi Kuno

potret Gereja Santa Aurea yang didirikan pada abad ke-15, bangunan awalnya diyakini sudah berdiri di abad ke-4 M (ostia-antica.org)
Sebagaimana diketahui dari sejumlah inskripsi, tulisan dan surat, ajaran Kristen mulai berkembang di Roma setelah Rasul Petrus dan Paulus membawa ajaran Yesus Kristus ke pusat kekaisaran Romawi.
Pada abad ke-3 M Ostia sudah menjadi bagian dari wilayah yuridiksi Uskup Roma. Kawasan Ostia pun memiliki situs yang berkaitan dengan Kekristenan perdana di Roma, yaitu Gereja Katedral Santa Aurea yang mengambil nama dari Santa Aurea yang hidup pada abad ke-3 M. 
Dilansir ostia-antica, meski hanya sedikit sekali catatan historis mengenai kehidupan Santa Aurea, tapi diketahui bahwa Santa Aurea adalah seorang perepuan Kristen yang dihukum mati dan menjadi martir. Sebab, ia mempertahankan iman Kristennya pada masa pemerintahan Kaisar Claudius Gothicus (268-270 M) atau Kaisar Trebonianus Gallus (251-253 M).
Di sekitar makamnya didirikan tempat ibadaha yang saat ini menjadi gereja bernama Santa Aurea. Sebab sejarah kehidupannya, Santa Aurea diangkat menjadi Santa pelindung Kota Ostia.
Selain itu, pada tahun 1945 ketika dilakukan penggalian arkeologi di sekitar gereja, ditemukan batu nisan dengan inskripsi yang merujuk pada pemakaman Santa Monica. Ia adalah seorang perempuan Kristen pertama asal Afrika Utara dan merupakan ibu dari Santo Agustinus, salah seorang teolog gereja yang terkenal. Santa Monica meninggal pada abad ke-4 M dan dimakamkan di Ostia sebelum dipindahkan ke Basilika Santo Agustinus di Roma.


5. Ditinggalkan penduduknya pada abad ke-9 Masehi

5 Fakta Ostia Antica, Kota Pelabuhan Terkenal di Masa Romawi Kuno

potret sisa-sisa amphitheatre di Ostia Antica yang mulai dibangun pada masa Kaisar Augustus berkuasa (barcelo.com)
Sama seperti kebanyakan sejarah kota-kota besar di masa lalu yang pernah berjaya dan mencatatkan sejarah, lalu tenggelam dalam perjalanan waktu. Hal yang sama juga dirasakan Kota Ostia ini.
Dilansir Britannica, meningkatnya serangan orang-orang barbar, bajak laut, maupun militer pihak lain pada abad ke-5 M dan setelahnya, menyebabkan penurunan jumlah penduduk dan perekonomian di kota tersebut.
Ostia akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya pada abad ke-9 M. Di abad pertengahan, reruntuhannya digali dan sejumlah sisa-sisa bangunannya diambil sebagai bahan bangunan untuk membuat bangunan baru pada masa tersebut. Banyak marmernya diambil sebagai bahan baku untuk pembuatan patung para pematung di masa Renaisans.
Tidak hanya bangunan megah atau sisa-sisa reruntuhan era kebesaran Romawi kuno saja yang masih dapat dilihat hingga hari ini dan mengundang decak kagum. Sejarah besar Romawi kuno dengan kisah-kisahnya juga menarik untuk ditelusuri sebagai bahan pembelajaran di masa kini. 

Baca juga: Peradaban Manusia Jaman Kuno

Leave a Reply